Beranda » Uncategorized » MENGAPA HANYA LIMA DISKOTEK DIAWASI

MENGAPA HANYA LIMA DISKOTEK DIAWASI

Maret 2008
M S S R K J S
    Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 7.292 hits

Tulisan Teratas

Iklan

GEBRAKAN yang dilakukan Polda Metro Jaya yang secara intensif mengawasi lima diskotek di Jakarta –yang menjadi pangkalan triping utama pengguna ekstasi– perlu diacungi jempol. Beberapa hari sebelumnya, seperti disiarkan Kompas Minggu (6/3), sebanyak 1.450 ekstasi yang hendak dijual ke diskotek, disita polisi.

Kepala Bagian Analisis Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Agustiyanto seusai penyisiran mengungkapkan, setiap dilakukan razia di lima diskotek itu, dari puluhan pengunjung yang diperiksa air seninya, 40 sampai 50 persen di antaranya positif mengonsumsi ekstasi. ”Persentasenya tertinggi di antara diskotek lainnya,” papar Agus.

Diskotek-diskotek serupa tentu banyak beroperasi di kota-kota besar di Indonesia. Memang kita tidak menuduh bahwa diskotek-diskotek tersebut sebagai tempat atau sarang narkoba. Tapi sudah menjadi rahasia umum dan banyak kita baca di media, peredarannya marak di tempat – tempat itu. Malah sangat mengagetkan sebenarnya, lembaga pemasyarakatan juga ikut-ikutan dituding.Sebenarnya, diskotek bisa dijadikan sebagai tempat hiburan yang menjanjikan untuk menghibur diri, melepaskan diri dari kepenatan seharian dengan berdiskoria.

Memang lucu juga rasanya bila melihat orang berdisko sendirian di rumah apalagi di jalanan. Ini dari segi positifinya. Tapi dari sisi negatifnya, ya itu tadi, jadi ajang pil setan yang mematikan.Saya sebenarnya heran juga melihat beberapa pengunjung di beberapa diskotek sebagai contoh di Medan. Mereka hanya meminum minuman air bersih tapi bisa berdisko sampai dini hari. Daya tahan tubuhnya kuat sekali sedang teman-teman saya yang sudah menenggak minuman beralkhol lumayan banyak, sudah pada keok.

Menjadi soal memang, apa ya yang mereka minum? Tentu dugaan kuat sekali, ya ekstasi dan sejenisnya. Ini memang terbukti, sebab dari salah satu dari tiga diskotek yang dirazia polisi Sabtu tengah malam itu, dari 89 pengunjung yang diperiksa, 46 di antaranya positif mengonsumsi ekstasi.

Di diskotek lainnya, dari 45 pengunjung yang diperiksa, hanya enam orang yang positif, sedang di diskotek satunya lagi, dari 74 pengunjung yang diperiksa, hanya dua orang yang positif.Sebelum razia, Polda Metro memang menangkap dua tersangka pengedar ekstasi yang biasa memasok ekstasi ke sejumlah diskotek di Jakarta. Kepala Satuan Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Ajun Komisaris Besar Hendra Joni, Sabtu malam, menjelaskan, tersangkanya ditangkap di depan sebuah apartemen dan dari tangannya disita 500 butir ekstasi warna kuning, 405 butir di antaranya berlogo kanguru dan 95 lainnya berlogo kuda. ”Waktu kami tangkap, itu yang kelima kalinya. Hari itu dia sudah menjual 5.000 ekstasi,” ungkap Joni.

Seyogianya, gebrakan Polda Metro Jaya ini diikuti polda-polda di seluruh Indonesia. Jangan hanya di Jakarta. Juga jangan hanya sesaat tetapi dilaksanakan rutin. Kalau perlu, ijin diskotek yang menyalahi ketentuan, agar dicabut saja. Termasuk kalaupun hanya melanggar ketentuan batas waktu membuka usaha. Kalau tidak, kita nanti hanya menghitung berapa banyak lagi generasi muda Indonesia yang sehat dan kuat.

Ngga usahlah kita hilangkan satu generasi hanya karena ekstasi dan sejenisnya itu. Kita bantulah aparat keamanan untuk memberantas narkoba dengan segala macam bentuknya. Kita semua bisa membantu dengan apa saja, mulai dari memberikan informasi, mengingatkan sanak saudara atau membantu dengan materi, lembaga-lembaga yang concern memberantas narkoba dan pencegahannya. ***

Iklan

1 Komentar

  1. Diskotek sering jadi tempat transaksi barang haram, makanya tutup saja, atau batasi jam operasinya jangan lewat jam 8 malam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: