Beranda » Opini » Kembalikan Jalan di Medan Menjadi Dua Arah

Kembalikan Jalan di Medan Menjadi Dua Arah

Maret 2008
M S S R K J S
    Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 7.233 hits
Iklan

SAYA meminta agar semua jalan-jalan di Kota Medan yang selama ini dijadikan satu arah agar dikembalikan menjadi dua arah.  Menurut saya tidak benar adanya anggapan bahwa perubahan arus jalan menjadi satu arah  dapat memenuhi kepentingan publik.  Kepentingan publik mana yg mau diwakili?

Ketika Jalan Raden Saleh Medan dijadikan satu arah, saya cukup kelabakan. Saya dari rumah  di Perumnas Mandala Medan ke tempat bekerja  di DPRD Sumut harus mutar lagi ke arah Pengadilan Negeri Medan, mengitari lapangan benteng di sana. Biasanya saya belok kiri saja dari arah Kesawan Jalan Ahmad Yani atau berkelit sedikit saja dari Jl. Hindu, setelah minum kopi di kedai kopi depan LBH Medan sudah sampai ke kantor.

Karena jalan-jalan itu  bukan untuk kepentingan publik, lantas untuk kepentingan siapa? Banyak yang menduga, itu untuk kepentingan pusat belanja yang sekarang sedang dibangun di areal Balai Kota. Lokasi Balai Kota itu dulu menjadi kebanggaan, tapi sekarang ini telah menjadi gedung pencakar langit yang tidak serasi dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan keberadaanya mengancam keamanan di Kantor Bank Indonesia.

Kepentingan bisnis juga sarat di Lapangan Merdeka Medan, yang sudah dirubah menjadi tempat jualan.  Saya bersama teman-teman sudah menggugatnya lewat class action (gugatan perwakilan), tapi kalah di Pengadilan Negeri Medan. Lapangan Merdeka yang dulu tempat saya <em>cabut</em> sekolah, mendengar obat koyok, baca buku cerita, makan bakso, tapi kini sudah berubah total. Orang Medan yang mau bernostalgia tidak dibenarkan lagi.

Malah yang lebih dahsyat, Jl A Yani, Kesawan, sempat ditutup mulai sore karena untuk jualan. Syukur sekarang sudah dibuka kembali. Saya sekarang sudah enak ngopi di Tip Top, restoran tersohor di jalan itu, karena mobil sorenya tidak harus digusur dari tempat parkir di jalan itu.

Jalan lain yang bukan untuk kepentingan publik juga ada di Jl Gatot Suboroto. Penduduk 1 kotamadia, yakni Binjai, 1 kabupaten: Langkat dan 1 provinsi: Nanggroe Aceh Daussalam (NAD), tak boleh melintas bebas ke arah Balai Kota. Kendaraan-kendaraan harus memutar & dibuang ke Jl Iskandar Muda, padahal  dari dua daerah itu ada calon Gubernur Sumut.

Yang jadi soal sebenarnya, apakah aparat Pemko Medan kurang kerjaan? Usul saya semua jalan di Medan dikembalikan menjadi dua arah. Petugas Dishub dan Polantas harus berdiri di simpang-simpang jalan yang padat mengatur lalulintas.  Kemudian, ini yang penting, yang melanggar ketentuan, langsung saja ditilang, suruh bayar denda di kantor. Jangan “tilang” di tempat. Itu saja. ***

Iklan

1 Komentar

  1. amri berkata:

    Ya memang sebaiknya sudah dilakukan evaluasi apa dampak one way dari sisi untung ruginya. Yang paling fatal adalah Gatsu seputar Carefour apa manfaat yg diperoleh masyarakat???? marikita tanya diri kita masing masing…
    Khusus buat petugas Tukang Tilang berdirilah dipinggir jalan untuk mencegah kemacetan, jangan mencari/ menunggu kesalahan ingat tugas kita di dunia ini adalah MELAYANI bukan menyalahkan,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: