Beranda » Uncategorized » CALEG PEREMPUAN

CALEG PEREMPUAN

September 2008
M S S R K J S
« Mar   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 7.292 hits

Tulisan Teratas

Iklan

Oleh Efendy Naibaho

Urusan caleg dan menjadi caleg kini meramaikan Indonesia. Ribuan warga negara –tak terkecuali perempuan– ramai-ramai memburu kursi di DPRD Kabupaten Kota, Provinsi dan DPR RI di Senayan. Tak tanggung – tanggung, yang menjadi caleg atau calon anggota legislatif itu mulai dari para artis yang cantik-cantik dan terkenal, hingga politisi gaek. Semuanya nyaleg.

Kantor-kantor lurah atau kepala desa pun semakin ramai untuk urusan sepotong surat yang menyatakan sang caleg berdomisili di daerah tempat tinggalnya, mengalahkan arti sebuah KTP (Kartu Tanda Penduduk). Urusan lainnya adalah surat keterangan dari pihak kepolisian, tes kesehatan mulai dari psikiater hingga urusan urine di rumah – rumah sakit pemerintah. Tukang cetak foto juga ramai didatangi selain kios-kios fotokopi.

Yang lebih sibuk tentunya adalah di sekretariat kantor partai yang akan ikut meramaikan pesta para caleg tersebut. Juga kantor KPU se-Indonesia.

Setelah urusan administrasi selesai, giliran nomor urut menjadi soal. Sudah ada kader partai yang meributkannya dengan melakukan aksi demo. Ada yang mundur dan yang ringan adalah yang ngedumel di dalam hati. Jumlah ini tentu lebih banyak lagi dibanding yang hatinya berbunga-bunga karena berada di urutan nomor satu. Yang nomor sepatu –ditambah nomor kaos kaki– tentu jumlahnya lebih banyak.

Enakkah jadi caleg? Saya yang juga ikut nyaleg pasti bilang enak, karena kiprahnya di situ. Namun, setelah urusan administrasi selesai, urusan belum selesai. Tahapannya masih panjang. Masih ada kampanye dan penantian pengumuman caleg terpilih dan pelantikannya. Baru sahlah dia sebagai wakil rakyat.

Apa sebenarnya yang dikejar para caleg ini? Tentu beragam sekali. Masing-masing punya pendapat yang beragam. Terlebih bagi perempuan yang sekarang wajib dicalegkan.

Caleg perempuan memang mendapat tempat. Partai Amanat Nasional {PAN) DIY menempatkan caleg perempuan pada nomor urut satu di semua daerah pemilihan (dapil) di provinsi itu.

Dengan menempatkan caleg perempuan pada nomor urut satu tidak mengundang kecemburuan caleg laki-laki, dan sebaliknya mereka tidak keberatan serta mendukung kebijakan itu. PAN DIY mendaftarkan 44 caleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi ini. Dari jumlah tersebut, 38 persen di antaranya kaum perempuan.

Selain PAN, figur perempuan juga mendominasi penempatan nomor urut satu caleg PDIP Sulawesi Utara (Sulut). Lima daerah pemilihan di sana mengusung perempuan di nomor urut satu, dan hanya satu daerah pemilihan yang merekomendasikan figur laki-laki.

Daerah pemilihan I Manado mengusung Gene Waani dinomor urut satu, diikuti Lendert Poli dan Andre Angouw, Daerah Pemilihan II Minahasa-Minahasa Utara-Tomohon mengusung Sus Sualang Pangemanan, diikuti Jendry Keintjem dan Steven Kandouw.

Kemudian daerah pemilihan Bolaang Mongondow-Bolmut-Kota Kotamobagu mengusung Wiwi Mokoginta dan Iskandar Gobel, Sangihe-Sitaro-Talaud mengusung Wiske Rompies, Budi Budiman, dan Bitung mengusung Novita Umboh, Roy Tangkudung.

Hanya daerah pemilihan Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara yang mengusung nomor urut satu laki-laki, yakni Wongkar dan James Sumendap.

PDIP memberikan nuansa baru pada pencalonan legislatif pada Pemilu 2009 mendatang, dengan mengedepankan keterwakilan perempuan di semua daerah pemilihan.

Di KPUD Sawahlunto, 97 dari 274 caleg yang didaftarkan 24 partai politik ke KPUD Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, merupakan caleg perempuan. Kuota 30 persen caleg yang diajukan partai politik di Kota Sawahlunto diperkirakan tercapai, karena 97 orang calegnya perempuan sudah terdaftar.

Dari 24 parpol itu, diantaranya ada yang hanya mengajukan satu caleg, padahal Kota Sawahlunto memiliki tiga daerah pemilihan (dapil), bahkan ada juga parpol yang mengajukan caleg hingga 100 persen dari perempuan.

Dewan Perwakilan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, juga memenuhi target kuota perempuan 30 persen dari calon legislatif (caleg) yang diusungnya pada Pemilu 2009.

Soal caleg perempuan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku bakal mengembalikan berkas daftar para bakal calon legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Daerah (PPD) untuk dibenahi kembali sampai memenuhi ketentuan undang-undang sebab tak satu pun caleg kaum perempuan yang diajukan partai tersebut.

Dari 38 partai politik yang telah memasukkan nama bakal calegnya ternyata seluruh parpol telah memenuhi 30 persen caleg dari kaum perempuan kecuali PPD yang tidak memasukkan satu pun unsur wanita sehingga berkas mereka dikembalikan.

Dari jumlah caleg tersebut, 356 orang di antaranya wanita yang bakal siap bertarung dalam pemilu legislatif 2009 mendatang untuk memperebutkan 45 kursi di DPRD Maluku.

Yang jadi soal, masih maukah rakyat memilih para caleg ini? Jawaban saya, tentu masih mau. Tapi yang pasti, caleg yang akan dipilihnya tentu yang dikenalnya. Dikenal dalam banyak hal, mulai dari publisitasnya hingga kinerjanya dan janji-janji kampanye nantinya kepada para calon konstituennya. Khususnya dengan tampilnya perempuan di pentas politik diharapkan dapat membuat perubahan dan menciptakan kemandirian, kemajuan serta kemakmuran rakyat.

Sebab, rakyat sudah semakin tahu siapa calon wakil rakyatnya yang harus dicontengnya. ***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: