Beranda » Uncategorized » HUKUMAN MATI !!!

HUKUMAN MATI !!!

September 2008
M S S R K J S
« Mar   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 7.292 hits

Tulisan Teratas

Iklan

Oleh Efendy Naibaho


JANGANKAN hukuman mati. Yang namanya kena hukum saja sudah tidak enak. Baik itu yang dihukum atau dikurung di dalam bui maupun seorang ayah yang menghukum anaknya atau guru yang menghukum anak didiknya dengan berbagai cara yang ringan. Tapi itulah yang terjadi sekarang ini di Indonesia, di republik kita yang tercinta ini. Sudah banyak yang dihukum mati, mulai dari Dukun Achmad Suraji di Medan hingga rencana Amrozi Cs, pelaku Bom Bali.

Hukuman mati dimaksudkan adalah untuk mematikan orang yang sudah dinyatakan bersalah. Bisa dengan hukuman tembak atau jenis lainnya. Ada yang berpendapat agar eksekusi tembak diganti menjadi hukuman pancung. Alasannya agar tidak menimbulkan rasa sakit yang terlalu lama bagi seorang terpidana mati.

Hukuman pancung sangat efektif menghilangkan nyawa seseorang tanpa menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan. Katanya, fungsi syaraf dan jantung langsung terhenti karena organ tubuh yang terpisah.

Kalau ditembak, sebelum menghembuskan nafas terakhir, terpidana tersebut harus menjalani proses menjelang maut yang sangat sakit beberapa menit setelah peluru menembus jantung.

Saya sebenarnya tidak mau mereka-reka bagaimana sakitnya ditembak mati dan dipancung. Juga tidak bisa membayangkan bagaimana hari-hari terakhir dan klimaksnya ketika dibawa ke tempat dia akan ditembak atau dipancung. Bahasa lugasnya sebenarnya adalah untuk dibunuh.

Dari sisi kemanusiaan, memang geram sekali melihat betapa sadisnya nyawa saudara, ayah atau anak atau famili yang dihabisi terhukum yang terkena hukuman mati itu. Berapa banyak yang mati sia-sia karena bom yang diledakkan di Bali. Tentu saya pun tidak bisa membayangkannya.

Tapi, setelah pelakunya tertangkap, diadili dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya, rasanya lebih tepat karena kemungkinan bisa hidup setelah keluar dari penjara juga kecil. Pertanyaan kecilnya adalah: haruskah dia ditembak mati atau dipancung hingga mati? Haruskah nyawanya harus kita cabut?

Hukuman mati memang masih kontroversial, tetapi jika menganut prinsip HAM, maka sebaiknya hukuman mati dihapus, ini pendapat Kepala Pusat Studi HAM dan Demokrasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Romo Martino Sardi di Yogyakarta.

Namun, ia mengingatkan, apabila hukuman mati dihapus, harus dibarengi dengan langkah – langkah lain agar rasa keadilan tetap terpenuhi, sekaligus untuk mengurangi tindak kejahatan maupun tindak pidana yang selama ini sanksinya dengan hukuman mati.

“Saya tidak setuju adanya hukuman mati, tetapi perlu ada langkah lain guna mengurangi kejahatan-kejahatan besar yang masih terjadi di masyarakat,”. Ini kata Martino.

Saya pun sependapat dengannya. Biarlah si pelaku yang sudah membuat kita susah itu menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara saja. Misalnya ketika divonnis usianya 50 tahun, dihukum saja 75 tahun. Total hukuman 125 tahun. Bukankah si terhukum bakalan mau mati juga?

Kabarnya, hingga Juni 2006 sudah separuh lebih dari seluruh negara yang ada di dunia telah menghapus hukuman mati, baik secara dejure maupun defacto.

Data di Badan Pekerja Kontras 2007, seperti disiarkan Antara, di Indonesia pada 2004 ada tiga terpidana mati yang sudah dieksekusi, yaitu Ayodya Prasad Chaubey (65) warga India yang dieksekusi di Sumatera Utara pada 5 Agustus karena kasus narkoba.

Kemudian Saelow Prasad (62) warga India dalam kasus yang sama dan dieksekusi di Sumut pada 1 Oktober 2004, serta Namsong Sirilak (32) warga Thailand juga dieksekusi di Sumut pada 1 Oktober 2004 dalam kasus narkoba.

Pada 20 Maret 2005, Astini (50) terpidana mati dalam kasus pembunuhan dieksekusi di suatu tempat di Jawa Timur.

Kemudian Turmudi bin Kasturi (32) dieksekusi di Jambi pada 13 Mei 2005 karena membunuh empat orang sekaligus di Jambi pada 12 Maret 1997.

Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu, ketiganya divonis sebagai dalang utama kerusuhan di Poso pada 1998-2000, dieksekusi di Palu, Sulawesi Tengah pada 2006.

Pada 2007 terpidana mati Ayub Bulubili dieksekusi di Kalimantan Tengah.

Saat ini ada 118 orang yang terancam hukuman mati, terinci 56 karena kasus pembunuhan, tujuh dari kasus terorisme dan 55 orang karena kasus narkoba.

Namun, ada dua terpidana mati yang sudah meninggal dunia sebelum dieksekusi yaitu Siswanto alias Robot Gedek yang meninggal dalam tahanan pada Maret 2007, dan Syam Ahmad Sanusi mantan marinir yang kasusnya berhubungan dengan kasus Suud Rusli serta Gunawan Santosa.

Syam Ahmad Sanusi melarikan diri dari penjara militer di Cimanggis pada 5 Mei 2005, kemudian tertembak mati dalam pelariannya pada 17 Agustus 2007.

Dalam kasus terbaru sekarang ini, Ryan, yang disebut-sebut bakal dihukum mati, sudah ada yang minta agar tidak dihukum mati, dalam arti tidak ditembak. Suara yang nyaring juga tertuju kepada pelaku korupsi, agar para koruptor ini ditembak mati atau dihukum mati saja.

Namun demikian, yang pasti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini belum memberikan respon khusus terkait wacana yang muncul dari sejumlah pihak untuk menghapus pelaksanaan hukuman mati di Indonesia.

Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Kantor Kepresidenan Jakarta, mengatakan wajar saja bila ada wacana seperti itu, namun saat ini Presiden Yudhoyono mengikuti undang-undang yang ada.

“Pada prinsipnya, itu tetap berpegang -–pada– bila kesalahannya kecil dihukum kecil, kesalahan sedang dihukum sedang dan kesalahan besar dihukum besar,” Ini kata Andi. Aduh….., bagaimana ya? Saya tiba-tiba kok jadi peragu???. ***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: