Beranda » Uncategorized » BBM TURUN LAGI

BBM TURUN LAGI


Oleh Efendy Naibaho

PENGUMUMAN Pemerintah yang memutuskan menurunkan harga jual bahan bakar minyak jenis premium dari Rp 5.500,- menjadi Rp 5.000,- dan solar dari Rp 5.500,- menjadi Rp 4.800,- mulai Senin (15/12) pukul 00:00 di seluruh wilayah Indonesia, masih ditanggapi beragam oleh masyarakat. Ada yang menanggapinya dengan dingin saja, namun ada juga yang bergembira.

Penurunan harga BBM premium itu merupakan kedua kalinya sejak 1 Desember lalu.

Artinya, sejak 1 Desember 2008, pemerintah sudah menurunkan harga jual premium sebesar Rp 1.000,- dan harga jual solar sebanyak Rp 700,- per liter. Lantas, mengapa antusias masyarakat masih bervariasi?

Saya menduga, masih dinginnya tanggapan masyarakat tersebut terkait dengan harga-harga dari berbagai produk termasuk transportasi, tidak selalu menyesuaikan diri. Polling “formatnews” sendiri juga bisa mewakili sebagian kecil masyarakat yang menyatakan bahwa harga minyak masih perlu diturunkan lagi.

Atas pertanyaan, “Setelah harga premium turun, solar & minyak tanah juga akan diturunkan, setujukah Anda?”. Yang menyatakan sangat setuju 15 orang (15 votes = 83.33 %). Yang setuju 3 orang (3 votes = 16.67 %) dan tidak ada yang setuju (0 votes = 0.00 %). No commen juga tidak ada, (0 votes = 0.00 %).

Terhadap pertanyaan, “Setujukah Anda dengan persetujuan DPR yang menyetujui Hak Angket BBM?”. Yang menyatakan setuju 6 orang (6 votes = 75.00 %). Tidak Setuju 2 orang (2 votes = 25.00 %) dan abstain tidak ada, (0 votes = 0.00 %)

Menjawab polling, “Minyak itu licin. KPK harus mengawasi Pansus Angket BBM. Setujukah Anda?”. Yang setuju 4 orang (4 votes = 100.00 %) dan yang tidak setuju tidak ada, (0 votes = 0.00 %).

Asumsi sementara adalah bahwa rakyat setuju subsidinya lebih besar lagi dan soal minyak dan lika-likunya itu perlu diawasi. Yang menyambut gembira turunnya BBM tersebut, seperti disiarkan “Antara”, adalah warga di Kota Bengkulu. Mereka menyambut gembira keputusan pemerintah menurunkan BBM tersebut. “Saya bersyukur dengan sikap pemerintah yang kembali menurunkan harga premium dan solar,” kata Dedy Supriyatna, warga Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu.

Pria yang bekerja di sebuah hotel di Kota Bengkulu itu menjelaskan, dengan penurunan harga tersebut ia bisa mengirit pengeluaran sebesar Rp 22.500.- per bulan.

“Saya rata-rata menghabiskan premium 45 liter per bulan, atau 1,5 liter per hari, dengan penurunan Rp 500.- / liter, berarti bisa mengurangi pengeluaran Rp 22.500,- / bulan,” katanya.

Untuk berangkat kerja dan aktivitas sehari-hari, Dedy menggunakan sepeda motor jenis bebek.

Hal senada disampaikan Mery Yuniarsih, warga Kelurahan Tanah Patah, yang juga mengaku senang dengan penurunan harga premium tersebut.

“Saya berterima kasih pada pemerintah yang telah menurunkan kembali harga bensin, walaupun sedikit tapi cukup membantu,” kata ibu dua anak pemilik toko kelontongan di kawasan pertokoan Pasar Panorama itu.

Dalam sehari, Mery rata-rata menghabiskan bensin 10 liter untuk kendaraan roda empat jenis sedan. BBM tersebut digunakan untuk berangkat kerja dan mengantar anaknya yang kini duduk di Taman Kanak-Kanak.

“Kan lumayan, sehari saya bisa ngirit Rp 5.000,-, jadi kalau sebulan berarti sudah Rp 150 ribu. Mudah-mudahan nanti bisa turun lagi,” katanya.

Darman, sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) juga menyambut gembira penurunan harga solar itu. “Ini baru adil. Kemarin pemerintah menurunkan harga bensin tapi solar tetap, sehingga harganya sama Rp 5.500,- / liter,” katanya.

Berbeda dengan fraksi PDIP di DPR RI. Fraksi ini menilai pemerintah tidak jujur dalam mengeluarkan kebijakannya menurunkan kembali harga BBM karena masih ada selisih harga yang harus ditanggung rakyat.

Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, apabila penurunan itu dihitung berdasarkan tingkat harga BBM dunia yang sebesar 43 dolar AS/barel, maka seharusnya harga premium di dalam negeri adalah Rp 3.750,- / liter.

“Lalu, dengan harga (premium) yang Rp 5.000,- / liter itu, kemana sisa uang yang telah dikeluarkan rakyat itu mengalir,” katanya.

Jika selisih harga keekonomian sebesar Rp 3.750,- /liter dengan harga BBM yang dipatok sebesar Rp 5.000,- / liter itu dikalikan dengan tingkat konsumsi berdasarkan data Pertamina sejumlah 58 juta liter, maka masih ada uang rakyat di kantong pemerintah senilai lebih dari Rp 70 miliar.

Politisi PDIP lainnya yang juga Wakil Ketua Panitia Angket BBM, Bambang Wuryanto, mengatakan, angka keekonomian sebesar Rp 3.750,- itu belum termasuk pula subsidi yang dikucurkan pemerintah, karena apabila ada subsidi yang masuk, maka harga BBM itu bisa mencapai Rp 2.500,- / liter.

Jauh beda lagi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, M. Nuh. Ia mengatakan, penurunan harga BBM tersebut tidak ada kaitannya dengan isu politik termasuk untuk menaikkan popularitas pemerintahan SBY-JK.

“Jangan dipandang bahwa penurunan BBM ini berkaitan dengan kebijakan politik praktis yang arahnya ke 2009 tetapi ini kebijakan publik yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata M. Nuh, di Jakarta.

Ia mengatakan, harga BBM jenis premium diturunkan menjadi Rp 5.000,- / liter dan solar menjadi Rp 4.800,- / liter karena harga minyak di pasar dunia memang turun.

Menurut dia, harga komoditas hampir selalu bersifat situasional dan sangat tergantung pada variabel-variabel termasuk penawaran dan permintaan.

“Tetapi yang penting, siapapun pemerintahnya, siapapun presidennya, pasti ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Di balik adu-argumen tersebut, untuk jangka pendek, saya usulkan agar pemerintah baik di kabupaten dan kota se-Indonesia, membuat SPBU khusus untuk angkutan umum di tiap terminal yang ada di kabupaten dan kotanya.

SPBU-nya menjual BBM khusus kepada angkutan umum dengan harga di bawah harga Rp 5.000,- dan Rp 4.800,- . Maksudnya, harga jual pemko dan pemkab tersebut tidak mengambil untung dari harga beli yang ditetapkan Pertamina. Pemkab dan pemko tidak perlu mengambil untung seperti yang dilakukan SPBU swasta.

Pemkab – pemko menjual BBM seharga berapa dari harga BBM yang dibeli dari Pertamina. ***


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: