Beranda » Uncategorized » LP TANJUNG GUSTA MEDAN

LP TANJUNG GUSTA MEDAN

Desember 2008
M S S R K J S
« Nov   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 7.292 hits

Tulisan Teratas

Iklan

KAGET juga saya ketika berkunjung ke LP Tanjung Gusta, Medan, Selasa (23/12) begitu mengetahui kapasitas ruangan di lembaga itu yang hanya 800-an orang ternyata dihuni  napi mencapai 1.600 orang. Dua kali lipat. Tak bisa dibayangkan bagaimana berdesak-desaknya manusia di sel-sel lp itu.

Bagaimana pula kalau tahanan yang akan diputus hukumannya akan masuk ke LP Tanjung Gusta itu? Bagaimana makan mereka, bagaimana urusan mandi, cuci dan toilet mereka?

Saya kira sudah waktunya kita mencurahkan banyak fikiran, tenaga dan dana untuk mengatasinya.

Termasuk soal hukumnya, misalnya, apakah yang mencuri ayam harus terpaksa ditahan? Juga orang-orang yang terlibat narkoba, sudah semakin mendesak agar mereka dibuatkan LP Narkoba. Kasihan bangsa kita ini.

Petugas di LP pun, tentu perlu mendapat perhatian karena tugas mereka juga banyak dan sering tidak ikut menikmati hari-hari besar/libur.
Kalau semuanya sudah teratasi, tentu saya dan kita semua tidak kaget lagi.  Dan yang paling perlu juga, selain bangunan /.sel yang memadai, perlu juga pengelola LP ini diberikan areal PTPN di depan Tanjung Gusta itu apakah 10 ha, sehingga para napi bisa didayagunakan untuk bertani.

Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin sudah waktunya turun tangan. ***

Iklan

1 Komentar

  1. allaina rabbaini berkata:

    menurut saya bukan hanya masalah ruangan saja yang diperhatikan, tapi masalah petugas yang semena-mena kepada napi di sana. Karena sepengetahuan saya para petugas di sana sangat tidak berprikemanusiaan, mereka juga berprilaku tidak semestinya kepada napi. Selain itu petugas di sana juga sering menyiksa napi yang hanya melakukan kesalahan kecil, petugas juga selalu meminta rokok maupun uang kepada napi. dan saya rasa itu tidak wajar karena napi pasti tidak mempunyai uang kecuali setelah dikunjungi oleh keluarga atau sahabatnya. Bukankah para napi itu harus dibina dengan cara kekeluargaan, bukan dengan kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: