Beranda » Uncategorized » Aktivis 1998 kalah dengan sistem sekarang Bandung (ANTARA News) – Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menuturkan para aktivis angkatan 1998 memang dikenal militan dalam berjuang, namun usai era reformasi mereka ternyata kalah oleh sistem yang ada. “Kalau saya malah bisa menyimpulkan hari ini kita (aktivis 1998) sudah kalah selama 15 tahun,” kata Muradi yang juga tergabung dalam Forum 98 Bandung, usai menghadiri diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, Rabu. Dikatakan, semenjak era reformasi sampai saat ini telah banyak aktivis 1998 yang duduk sebagai orang penting di pemerintahan seperti menjadi anggota legislatif. “Dan apakah selama 15 tahun ini kita pernah dengar suara mereka (aktivis 1998),” katanya. Menurut dia, walaupun ada anggota dewan dengan latar belakang aktivis 1998 bersuara tapi pada nyatanya mereka lebih cenderung menyuarakan kepentingan golongan atau partai tempat mereka tergabung. “Jadi ada beberapa penyebab kenapa para aktivis 1998 kini seolah luntur idealismenya. Salah satunya karena mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Misalnya ada sistem di internal (Parpol) yang dia harus terima,” kata Muradi. Selain itu, kata Muradi, semangat yang dimiliki oleh para aktivis 1998 saat ini juga sudah berbeda yakni jika dulu mereka semangatnya untuk kapasitas, kini lebih pada semangat untuk kelompok. Oleh karena itu, dengan adanya diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 maka ia berharap ada semacam titik balik agar para aktivis 1998 bisa kembali bangkit. “Dengan adanya forum ini harapannya mereka bisa kembali pada trek yang seharusnya,” kata dia. (ASJ/A029) Editor: B Kunto Wibisono

Aktivis 1998 kalah dengan sistem sekarang Bandung (ANTARA News) – Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menuturkan para aktivis angkatan 1998 memang dikenal militan dalam berjuang, namun usai era reformasi mereka ternyata kalah oleh sistem yang ada. “Kalau saya malah bisa menyimpulkan hari ini kita (aktivis 1998) sudah kalah selama 15 tahun,” kata Muradi yang juga tergabung dalam Forum 98 Bandung, usai menghadiri diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, Rabu. Dikatakan, semenjak era reformasi sampai saat ini telah banyak aktivis 1998 yang duduk sebagai orang penting di pemerintahan seperti menjadi anggota legislatif. “Dan apakah selama 15 tahun ini kita pernah dengar suara mereka (aktivis 1998),” katanya. Menurut dia, walaupun ada anggota dewan dengan latar belakang aktivis 1998 bersuara tapi pada nyatanya mereka lebih cenderung menyuarakan kepentingan golongan atau partai tempat mereka tergabung. “Jadi ada beberapa penyebab kenapa para aktivis 1998 kini seolah luntur idealismenya. Salah satunya karena mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Misalnya ada sistem di internal (Parpol) yang dia harus terima,” kata Muradi. Selain itu, kata Muradi, semangat yang dimiliki oleh para aktivis 1998 saat ini juga sudah berbeda yakni jika dulu mereka semangatnya untuk kapasitas, kini lebih pada semangat untuk kelompok. Oleh karena itu, dengan adanya diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 maka ia berharap ada semacam titik balik agar para aktivis 1998 bisa kembali bangkit. “Dengan adanya forum ini harapannya mereka bisa kembali pada trek yang seharusnya,” kata dia. (ASJ/A029) Editor: B Kunto Wibisono

November 2013
M S S R K J S
« Okt   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

  • 7.292 hits

Tulisan Teratas

Iklan

Bandung (ANTARA News) – Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menuturkan para aktivis angkatan 1998 memang dikenal militan dalam berjuang, namun usai era reformasi mereka ternyata kalah oleh sistem yang ada.

“Kalau saya malah bisa menyimpulkan hari ini kita (aktivis 1998) sudah kalah selama 15 tahun,” kata Muradi yang juga tergabung dalam Forum 98 Bandung, usai menghadiri diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, Rabu.

Dikatakan, semenjak era reformasi sampai saat ini telah banyak aktivis 1998 yang duduk sebagai orang penting di pemerintahan seperti menjadi anggota legislatif.

“Dan apakah selama 15 tahun ini kita pernah dengar suara mereka (aktivis 1998),” katanya.

Menurut dia, walaupun ada anggota dewan dengan latar belakang aktivis 1998 bersuara tapi pada nyatanya mereka lebih cenderung menyuarakan kepentingan golongan atau partai tempat mereka tergabung.

“Jadi ada beberapa penyebab kenapa para aktivis 1998 kini seolah luntur idealismenya. Salah satunya karena mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Misalnya ada sistem di internal (Parpol) yang dia harus terima,” kata Muradi.

Selain itu, kata Muradi, semangat yang dimiliki oleh para aktivis 1998 saat ini juga sudah berbeda yakni jika dulu mereka semangatnya untuk kapasitas, kini lebih pada semangat untuk kelompok.

Oleh karena itu, dengan adanya diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 maka ia berharap ada semacam titik balik agar para aktivis 1998 bisa kembali bangkit.

“Dengan adanya forum ini harapannya mereka bisa kembali pada trek yang seharusnya,” kata dia. (ASJ/A029)

Editor: B Kunto Wibisono

Bandung (ANTARA News) – Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menuturkan para aktivis angkatan 1998 memang dikenal militan dalam berjuang, namun usai era reformasi mereka ternyata kalah oleh sistem yang ada.

“Kalau saya malah bisa menyimpulkan hari ini kita (aktivis 1998) sudah kalah selama 15 tahun,” kata Muradi yang juga tergabung dalam Forum 98 Bandung, usai menghadiri diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, Rabu.

Dikatakan, semenjak era reformasi sampai saat ini telah banyak aktivis 1998 yang duduk sebagai orang penting di pemerintahan seperti menjadi anggota legislatif.

“Dan apakah selama 15 tahun ini kita pernah dengar suara mereka (aktivis 1998),” katanya.

Menurut dia, walaupun ada anggota dewan dengan latar belakang aktivis 1998 bersuara tapi pada nyatanya mereka lebih cenderung menyuarakan kepentingan golongan atau partai tempat mereka tergabung.

“Jadi ada beberapa penyebab kenapa para aktivis 1998 kini seolah luntur idealismenya. Salah satunya karena mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Misalnya ada sistem di internal (Parpol) yang dia harus terima,” kata Muradi.

Selain itu, kata Muradi, semangat yang dimiliki oleh para aktivis 1998 saat ini juga sudah berbeda yakni jika dulu mereka semangatnya untuk kapasitas, kini lebih pada semangat untuk kelompok.

Oleh karena itu, dengan adanya diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014 maka ia berharap ada semacam titik balik agar para aktivis 1998 bisa kembali bangkit.

“Dengan adanya forum ini harapannya mereka bisa kembali pada trek yang seharusnya,” kata dia. (ASJ/A029)

Editor: B Kunto Wibisono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: