Beranda » Profil

Profil

Saya, Efendy Naibaho, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 1999 – 2004 dan 2004 – 2009 dari Fraksi PDI-Perjuangan, daerah pemilihan Labuhan Batu.

Lahir di Medan 2 Maret 1955, persisnya di RSUPP – Rumah Sakit Umum Pemerintah Pusat- Medan, sekarang RS Pirngadi di Jalan Prof HM Yamin Medan.

Tempat tinggal di Perumnas Mandala, di Jl Garuda Raya No 59 Kelurahan Kenangan, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pindah dari rumah orangtua di Jl Nanggarjati no 71, Sidorame Timur, Medan.

Hand phone: 0819 600 0819.

Sebelumnya nomor: 0812 600 3456 tapi sudah diblokir Telkomsel walau sudah lama sekali menjadi pelanggan dan nomornya sudah dikenal luas oleh kolega, saudara, teman-teman dan sahabat-sahabat saya.

Email: efendynaibaho@gmail.com

Pernah kuliah di Fakultas Hukum USU dan IKIP Negeri Medan, tidak tamat. Di Fakultas Hukum USU sampai “kelas” 2 saja. Sejak 1975 hingga tahun 1982.

Ketika di tingkat I, stambuk 1975, dalam ujian pertama lulus 5 mata pelajaran dari 8 mata pelajaran dan ketika ujian lanjutan hingga eksamen, lulus 2 mata kuliah dan lulus 1 setelah dilalui 2 tahun lebih. Yang terakhir adalah lulus dalam mata pelajaran ekonomi.

Ketika itu sistem di Fakultas Hukum USU adalah sistem bersih.

Maksudnya, setiap mahasiswa tidak boleh mengikuti mata kuliah di tingkat II. Jadilah mahasiswa tingkat I dan sering disebut dengan “mahasiswa abadi” dan lama-kelamaan di-do / drop-out. Kalau mahasiswanya disebut “abadi”, kami juga punya istilah adanya “dosen killer” .

Antara kuliah dan tidak kuliah itulah, saya sudah mulai ikut-ikutan menulis cerpen dan puisi serta artikel ringan di Harian Waspada Medan, persisnya sejak tahun 1974.

Kebiasaan ini juga saya lakukan ketika masih menjadi mahasiswa seni musik di IKIP Medan. Hampir 3 tahun juga ngirim tulisan apa adanya. Juga pernah ikut sayembara mengarang HUT Polri yang ketika itu meminta karangan yang berjudul “Peran serta Masyarakat dalam Kamtibmas”.

Lama kelamaan menjadi wartawan dan staf redaksi di Harian Sinar Indonesia Baru, yang dimulai dari petugas lay-out, lazim ketika itu disebut sebagai opmaker. Kemudian korektor dilanjutkan terus sebagai reporter, persisnya sejak 1978 sampai 1992.

Pernah juga sih sebagai asisten kepala biro untuk memimpin liputan seluruh wartawan yang ada di Medan. Pernah juga sebagai koorlip dan menjabat Kabiro Siantar.

Kemudian pindah dan menjadi wartawan, staf redaksi dan Kepala Biro Harian Sentana, Jakarta, (1994 – 1995).

Sebelum ke Jakarta, ikut bersama Suhu, begitu dia dipanggil karena Guru Besar Tako, namanya Syarun Isa. Saya menjadi reporter BSF (Bintang Sport Film) Medan, koran milik Suhu, sampai menjadi Kepala Biro BSF di Jakarta, sejak 1992 sampai 1995.

Di BSF itulah dulunya ketika kasus HKBP marak, kami ramai-ramai pro-SAE Nababan. Sama ketika di Sentana.

Kemudian menjadi reporter Persada Medan, mingguan di kawasan Medan Timur, sejak 1993 – 1998. Beralih lagi menjadi Reporter The Jakarta Post, Jakarta, di Medan, 1997 – 1999.

Di masa ini banyak sekali berita saya yang terbit di harian berbahasa Inggeris itu –walau saya pasif berbahasa Inggeris. Ketika itu memang masa reformasi, banyak sekali peristiwa di Medan, kemudian berita besar Dukun AS dan jatuhnya pesawat Garuda di Buah Nabar.

Di masa reformasi, boleh dikatakan, dari 10 kejadian di masa-masa itu, saya berada di tempat setidaknya di 8 lokasi. Mulai dari awal reformasi yang menurut saya dimulai dari Sumber Nongkoh. Malah sempat saya merencanakan menerbitkan buku tentang reformasi itu dengan judul “Reformasi dari Sumber Nongkoh”.

“Sumber Nongkoh” atau enak juga disebut “sumber”, jalan masuk ke USU persis ke arah Fakultas Hukum USU, melewati Fakultas Sastra ketika itu, jalan pintas dari arah Padang Bulan.

Di Sumber Nongkoh inilah para mahasiswa meneken penolakan kepada Soeharto dan ketika itu saya masih ingat betul, kertas manila untuk meneken stetmen mahasiswa itu sempat meminjam pulpen PR III Isman Nuryadi. Hebat memang Pak Isman ini, dia tak segan-segan turun ke tengah kerumunan mahasiswa, berbaur terus.

Ketika reformasi sudah berjalan, salah satu hasilnya adalah SIUPP – Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers – tidak dimonopoli lagi. Kami pun membuat koran baru dengan SIUPP baru.

Jadilah ketika itu saya menjadi Pemimpin Redaksi Tabloid Fokus Medan (1998 – 1999), Pemimpin Umum Tabloid Berita Mingguan Netral (1999), Pemimpin Umum Majalah Format (1999) dan tahun 2003, Pemimpin Umum Tabloid Tanah, Tabloid Ekspres, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi formatnews.com dan Direktur Utama Radio Soara Pusuk Buhit di Pangururan, Samosir.

Ketika menjadi wartawan itu, saya juga aktif membantu teman-teman di Majalah Berita Mingguan TEMPO Biro Sumut – Aceh di Medan, sebagai pembantu lepas (1983 – 1985) dan pernah menjadi project officer Penelitian dan Potensi Pasar Majalah Tempo, Mei – Juni 1983.

Kepala Biro-nya ketika itu adalah Alm. Zakaria M Pase, juga ada Alm. Monaris Simangunsong. Saya mengetik berita ketika itu sampai buka baju karena kantornya di Jl Perdana Medan, masih numpang-numpang di toko buku kecil di kawasan itu dan ruang kerja Bang Jek di lantai 2 dan kami para reporter dadakan itu di lantai 3.

Aktif di organisasi GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), ketika itu dimulai di Komisariat GMKI Fakultas Hukum USU., menjadi anggota sejak 1975 hingga menjadi senior members dan pernah menjabat di forum alumni seniornya.

Kemudian di GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indoensia), mulai dari anak cabang Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara hingga di DPP (Dewan Pimpinan Pusat) GAMKI sebagai salah seorang ketuanya.

Di GAMKI Sumatera Utara, mulai dari wakil sekretaris, menjadi sekretaris kemudian menjadi ketuanya dalam konperda yang sah tanpa intervensi rezim ketika itu. Persisnya sejak 1977 hingga 2003. Saya menggantikan ketua DPD GAMKI Sumut, Pdt MD Wakkary. Sebelumnya, sebagai sekretaris, menggantikan Alm. Tarubar Simanjuntak, yang rumahnya di Jl Sudirman Medan.

Kemudian di KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Sumatera Utara, sejak 1979 hingga 1992 dimulai dari menjadi anggota, pengurus dan di Dewan Penasehat. Hampir beberapa periode, tetap di humasnya, dimulai dari ketuanya Bang Zainal Arifin, dokter gigi.

Tahun 2008, terpilih sebagai Ketua DPD Parkindo (Partisipasi Kristen Indonesia) Sumatera Utara. Ormas yang sebelumnya adalah partai politik yang berfusi  ke PDI.

Juga Ketua Forum Peduli Sumatera Utara dan Ketua Forum Peduli Danau Toba sampai sekarang.

Di partai, di PDI Perjuangan Sumut, pernah menjadi Ketua Seksi Publikasi dan Pers Pappuda PDIP Sumut, 1999, menjadi wakil sekretaris DPD PDIP Sumut 2000 – 2005 dan salah seorang wakil ketua DPD PDIP Sumut periode 2005 – 2010.

Menjadi wakil ketua yang membidangi informasi dan komnunikasi, sebelum diganti dengan pelaksana harian DPD PDIP Sumut. Ketika itu ketuanya adalah Rudolf Pardede.

Menjadi anggota PDI Perjuangan sejak 1976, dimulai dari DPC PDI Cabang Medan dan mempunyai kartu tanda anggota di DPC PDIP Jakarta Timur.

Kartu anggota PDI ini bisa saya peroleh karena ketika itu sekjennya adalah senior kami, Alex F Litaay, yang ketika itu menjadi Pjs Ketua Umum DPP GAMKI.

Di Matraman, markas Parkindo, di Jakarta Pusat, Bung Alex memerintahkan Pantas Nainggolan agar mengurus KTA kami karena ketika itu dengan kocaknya Bung Lexi, sapaannya, menanyai kami, sudah menjadi anggota, yang kami jawab ramai-ramai: belum.

Isteri Romida br Hutagaol, dikarunai empat anak, 2 perempuan 2 laki-laki. Yang pertama perempuan, Natalina br Naibaho, yang kedua juga perempuan, Dede Agustina Naibaho. Ketiga lelaki, Samuel Naibaho dan keempat, Jordan Naibaho.

Kedua orang tua saya, Tunggul Naibaho dan Maruli Simarmata, sudah mendahului kami, ayah pada 27 Mei 1981 dan ibu tercinta almarhum 24 Juli 1998. Keduanya dimakamkan di Pekuburan Keluarga di Siogung – ogung, Pangururan, Samosir, di kaki gunung Pusuk Buhit.

Orangtua saya dulunya bekerja di PT Pelni Cabang Medan – Belawan, pernah sebagai Kepala Operasi Perjalanan Kapal. Masih saya ingat bagaimana hiruk pikuknya Belawan dan di rumah kami sendiri melihat orang-orang yang akan berangkat ke Jakarta.

Ada KM Tampomas, Belle Abeto maupun KM Bengawan.

Saudara saya empat: Cornel Naibaho di Jakarta, PNS di Departemen Perindustrian, Nurida Naibaho di Jakarta, sebagai seorang guru dan Tiara Naibaho di Medan, PNS Disperibdag Sumut dan adik tersayang saya, Robert Naibaho, meninggalkan kami di Jakarta, tahun 2007 .

Dia sakit-sakitkan di rumahnya di Lampung dan berobat ke Jakarta hingga menghembuskan nafas terakhirnya di RS Harapan Kita, di ruang ICU.

Sekarang, pada Pemilu 2009, saya mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif / caleg / ke DPR RI dari PDI-Perjuangan nomor urut 8 dari daerah pemilihan Sumut1: Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagei, Tebing Tinggi.

Bila terpilih ke Senayan, agenda reformasi yang sampai sekarang masih tersendat-sendat, akan saya kawal terus. Reformasi Birokrasi, Reformasi Ekonomi dan Reformasi Agraria harus diutamakan.

Untuk itu, pilihlah saya, Efendy Naibaho, dengan mencontreng atau menandai nama saya di nomor urut 8. Sekali lagi, delapan. Jangan lupa 9 April 2009 nanti.

Merdeka !!!


13 Komentar

  1. tagorsitohang mengatakan:

    maju terus bang efendy naibaho, Cita-cita murni anda adalah bekal anda menuju masa depan yang lebih baik, teruskan tekad dan pengabdian anda, semoga sukses. Selamat berjuang HORAS

  2. hans persada purba mengatakan:

    maju terus bg….
    saya telah membaca prfil & program bg…

    tpi bg jangan lupa y, atas janji_y stelah duduk di senayan…

    1 lagi bg, program masala hukum setelah du2k di senayan jgn lp, umum_y indonesia khusus_y medan…

    key bg…

    semangat terus bg, pantang mundur…

    saya tinral di jl.rakyat gg.buntu no:5
    no hp; 08126416822-08566200061…

    saya kul di uma, fak.hukum

  3. kennorton mengatakan:

    bio data Pak Efendy cukup lengkap. Seluruh caleg perlu meniru ini supaya pemilih mengetahui riwayat siapa yang dipilihnya. Ssaya mendukung Pak Efendy dan mengajak keluarga dan teman teman saya memilihnya.

  4. horasssss…jangan menyerah,optimis, amang boru Naibaho pasti menang.saya doain dech kita serahkan smuanya ama Tuhan.amen…..

  5. jasman radianto saragih mengatakan:

    Syalom..

    8 bagi kaum Yahudi adalah angga terbaik… pasti bisa selamat berjuang pasti bisa

  6. jasman radianto saragih mengatakan:

    Syalom..

    8 bagi kaum Yahudi adalah anggka terbaik… pasti bisa, selamat berjuang

    Merdekaaaa..

  7. Adik2 GMKI FH USU mengatakan:

    Syaloom Bang….

    Sukses selalu buat Abang dlm Pemilu ini…!

    Kami Adik-adik dari GMKI Fakultas HUKUM USU terus mendukung Abang..!

    Permohonan Bantuan Proposal yang sudah Kami antar buat acara Malam Keakraban GMKI FH USU tanggal 13-15 Februari 2009 ini sudah Kami sampaikan ke Abang…
    Berharap besar Bantuan dari Abang…

    Terimakasih Bang…
    Tuhan Yesus Memberkati…

    Ut Omnes Unum Sint..
    Syaloom…!!!!!!!!!!!!!!

  8. efendynaibaho mengatakan:

    terimakasih atas attensinya, merdeka !!!

  9. Hadi Yanto,SH mengatakan:

    Maju Terus bapak Naibaho,
    dan salah satunya tetap mengusahakan dan menghilangkan diskriminasi di kantor pemerintahan bagi etnis keturunan. (Dimana perjuangan kami sudah sampai setengah sewaktu dalam pemerintahan ibu megawati)
    Kami ingat janji2 bapak…. Berbohong neraka yang akan menanti bapak. Terima kasih.

  10. ligat ikomona Naibaho mengatakan:

    aku dukung bang supaya abang sukses melalui ” DOA”

  11. Simon Naibaho - Yogyakarta mengatakan:

    mendengar berita bang efendy naibaho mencalonkan diri maju sbg celeg dpr ri,kami kumpulan sirjaoloan yogyakarta-magelang khususnya naibaho mendukung dan berharap semoga berhasil…maju terus bang

  12. simon naibaho mengatakan:

    kami kumpulan sirajaoloan yogyakarta-magelang sangat mendukung abang mencalonkan diri sbg caleg dpr ri ,teruskan bang perjuangan dan harapan abang buat sumatera utara…..

  13. efendynaibaho mengatakan:

    terimakasih atas berbagai komentarnya, horas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: